ST12
ST12 adalah grup musik pop rock melayu Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat pada tahun 2004. Grup tersebut didirikan oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitaris), Muhammad Charly Van Houten alias Charly van Houten (vokalis), dan Iman Rush (gitaris dan bassis). Nama ST12 sendiri merupakan kependekan dari Jalan Stasiun Timur No. 12 yang merupakan markas berkumpulnya grup musik ini. Sampai saat ini ST12 telah menghasilkan 5 album musik. Saat ini, ST12 digawangi Pepep sebagai penabuh drum, Indra sebagai pemetik bas, serta aris idol sebagai vokalis.
Perjalanan karir ST12 dimulai di Bandung tahun 2004 dengan formasi Charly, Pepep, Pepeng, dan Iman Rush, meraih sukses besar dengan musik pop melayu dan hits seperti "Puspa" dan "Saat Terakhir" setelah merilis album indie "Jalan Terbaik". Karir mereka mengalami perubahan signifikan dengan keluarnya Charly dan Pepeng di 2011 membentuk Setia Band, sementara ST12 terus berganti vokalis (Ridho, Dimas) dan personel, bahkan sempat vakum, namun tetap eksis hingga reuni di tahun 2019.
Awal Mula (2004-2005): Pembentukan & Kesuksesan Perdana
Terbentuk: Di Bandung, dari pertemuan Charly (vokalis), Pepep (drummer), Pepeng (gitaris), dan Iman Rush (gitaris/bassis) di sebuah studio.
Nama: Terinspirasi dari tempat nongkrong mereka, Stasiun Timur No. 12 (ST12).
Album Pertama: Merilis album indie "Jalan Terbaik" (2005) dengan hits seperti "ATSL", "Rasa Yang Tertinggal", dan "Aku Masih Sayang".
Tragedi: Iman Rush meninggal saat tur promosi di Semarang pada Oktober 2005, menjadikan album ini satu-satunya yang menampilkan formasi lengkap 4 orang.
Puncak Kejayaan (2008-2010): Meraih Popularitas Nasional
Sukses Besar: Dengan label baru, ST12 merilis album "P.U.S.P.A" (2008) yang melambungkan nama mereka di kancah musik nasional.
Hit Lain: "Jangan Pernah Berubah", "Puspa", "Saat Terakhir" menjadi lagu-lagu ikonik mereka di era ini.
Perpecahan & Perubahan Formasi (2011-2018)
Charly & Pepeng Keluar: Tahun 2011, Charly dan Pepeng hengkang karena perbedaan visi, membentuk Setia Band.
Formasi Baru: ST12 terus berjalan dengan vokalis baru seperti Ridho (2012-2014) dan Dimas Moersas (2014-2016), serta tambahan personel seperti Koko (gitar) dan Indra (bass).
Kesuksesan di Malaysia: Album "Lentera Hati" (2013) meraih kesuksesan besar di Malaysia dengan lagu "Putih Putih Melati".
Reuni & Eksistensi (2019-Sekarang)
Reuni: Pada 2019, ST12 kembali dengan formasi awal (Charly, Pepep, Pepeng), meski dengan personel yang sering berubah dan genre musik yang berkembang.
Setia Band: Charly dan Pepeng tetap aktif di Setia Band, meraih kesuksesan dengan hits seperti "Jangan Ngarep".
Secara keseluruhan, ST12 adalah band yang mengalami perjalanan karir dinamis, dari kesuksesan masif dengan hits pop melayu hingga perpecahan internal yang melahirkan Setia Band, namun tetap berusaha menjaga eksistensi dengan berbagai perubahan personel.

Komentar
Posting Komentar