Dilan 1983 wo ai ni

 


Tidak ada kisah yang lebih Indah dari kisah cinta di SMA.Sama halnya dengan kisah cinta Dilan dan Milea.Dari yang awalnya benci hingga saling mencintai. Dari yang awalnya manis hingga menjadi rumit.Menjelang reuni akbar,Dilan memutuskan untuk menceritakan kembali masa masa itu.Meski diselingi dengan kisah cinta monyet anak umur 12 tahun, ada setidaknya tiga poin utama yang bisa ditangkap penonton dengan mudah ketika menikmati film ini, yaitu nilai-nilai kekeluargaan, persahabatan, serta toleransi. Pembuat film sukses menampilkan ketiga elemen tersebut dengan porsi yang pas dan pada tempatnyaTokoh Mei Lien yang diperankan oleh Malea Emma di dalam film adalah gadis Tionghoa yang baru 6 bulan pindah dari Semarang ke Bandung dan kebetulan bersekolah di satu kelas yang sama dengan Dilan. Mei Lien menjadi salah satu simbol dari nilai toleransi yang ingin ditonjolkan dalam film garapan Fajar Bustomi ini. Ia berhasil mentransformasikan kisah cinta monyet yang dimiliki Dilan terhadap Mei Lien menjadi kisah persahabatan tanpa memandang SARA yang menggemaskan sekaligus membuat haru.56 tahun tersebut melanjutkan.Karena harus menghadirkan Bandung di tahun 1983, jalan Asia-Afrika itu sempat benar-benar ditutup, karena mobil yang lewat enggak bisa sembarang mobil, orang-orang yang lewat pun harus berpakaian sesuai dengan zaman itu,” kata Ira Wibowo menerangkan salah satu detail yang berkesan saat proses pembuatan film. “Kemarin waktu syuting itu kebetulan hari Minggu, jadi banyak sekali yang mau lewat yang lagi lari pagi, pakai outfit yang kayak orang (zaman) sekarang lari pagi. Kan, enggak bisa banget."


Selain itu, diselipkannya isu Petrus (Penembakan Misterius) yang memang sedang marak di zaman tersebut juga menambah poin plus mengenai detail film produksi Falcon Pictures itu. Penggunaan tone warna yang hangat di sepanjang film juga menambah nuansa nostalgia yang kental untuk para generasi tua tanpa membuat film tersebut membosankan ditonton anak-anak generasi masa kini. 


Secara keseluruhan, film Dilan 1983: Wo Ai Ni cocok untuk dijadikan film tontonan keluarga yang membawa banyak kenangan dari masa lampau kepada para orang tua dan mengandung banyak pesan bermanfaat untuk para anak-anak. Film ini bisa disaksikan di seluruh bioskop di Indonesia mulai hari ini, Kamis, 13 Juni 2024.    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zayn Malik

Nadhif basalamah

VLOG 1 (CERITA MUDIK 2025)